Iklan Gratis Selamanya

Langsung Tayang Tanpa Syarat Khusus

Iklan smartfren membuat konsumen terganggu -Polemik `iklan tak diundang` yang muncul saat pelanggan mengakses sebuah situs kembali mendapat sorotan. Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) dan Asosiasi Digital Indonesia (IDA) memprotes praktik intrusive ads yang dilakukan Telkomsel,XL Axiata , smartfren dan operator lainnya. Ketua Umum idEA, Daniel Tumiwa menuturkan, pihak idEA dan IDA selama 1 tahun terakhir ini sebenarnya sudah mengupayakan komunikasi untuk menyelesaikan persoalan ini.

Namun sampai sekarang upaya itu belum mendapat perhatian serius. Sejak September 2013, IDA melalui KKMO (Kelompok Kerja Media Online) telah memulai komunikasi formal dengan Telkomsel dan XL Axiata. Setelah beberapa kali berdiskusi, kedua operator menyatakan secara tertulis telah menarik dan menghentikan tayangan iklan tersebut dari situs KKMO. Namun ternyata mereka kembali menayangkan iklan secara sepihak di beberapa situs KKMO/IDA.

"Kami sangat menyayangkan kelalaian dari pihak operator dalam menanggapi persoalan ini. Kami optimis dapat menemukan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak, asalkan ada kesediaan dari semua pemangku kepentingan untuk berdiskusi," ungkap Daniel. Ketua IDA, Edi Taslim juga menyampaikan hal yang sama.

"Sejak September 2013, kami telah berupaya menyelesaikan persoalan ini melalui ranah diskusi. Namun kami kecewa karena tidak adanya konsistensi dan komitmen terhadap pernyataan sebelumnya," ujarnya. Praktik intrusive ads ini, lanjut Edi, dilakukan tanpa izin dan sepengetahuan pemilik situs serta mengganggu kenyamanan, baik pemilik dan pengunjung situs.

Hijacking Dilihat dari sisi struktur DNS (Domain Name System), alamat situs atau URL apabila diakses seharusnya menuju ke alamat yang sama. Dalam hal ini, operator mengarahkan pengguna ke alamat operator terlebih dahulu untuk meraup pendapatan iklan. Praktik ini, menurut pihak idEA dan IDA, digolongkan sebagai upaya hijacking atau hostile redirecting untuk menghasilkan keuntungan sepihak.

Dari sisi hukum, praktik ini bertentangan dengan Pasal 32 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Selain itu, dari sisi periklanan hal ini juga diatur pada Pasal 20 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Apakah anda merasa terganggu saat ingin mengunjungi suatu laman daring (online), tapi terlebih dulu disuguhkan "pop-up" berisi iklan? Kalau anda merasa terganggu, Indonesian E-Commerce Association (idEA) dan Indonesian Digital Association (IDA) mengajak anda untuk mengikuti petisi untuk menghapus praktik yang disebut sebagai intrusive advertising (iklan yang menganggu) tersebut di:  IdEA adalah organisasi yang menaungi 39 laman atau laman e-commerce.

Sementara IDA adalah organisasi yang memayungi 21 laman berita nasional semisal Tribunnews.com dan Kompas.com. "Setelah mengupayakan jalur mediasi selama lebih dari 1 tahun, idEA dan IDA menyatakan secara resmi penolakan terhadap praktik intrusive advertising," tutur Ketua IDA Edi Taslim, Minggu (30/11/2014). Ia mengatakan, berbagai iklan yang terkadang menampilkan gambar pornografi tersebut ternyata dipasang oleh pihak yang bekerjasama dengan operator seluler di Indonesia, yakni Telkomsel dan XL Axiata.

Menurut Edi, iklan seperti itu tidak etis karena mengambil ruang (space) suatu laman daring yang sebenarnya tak bekerjasama dengan pihak pengiklan tersebut. Selain itu, kata dia, pengguna internet juga dirugikan lantaran harus mengorbankan sejumlah bandwitch (kuota internet) karena kemunculkan iklan yang sebenarnya tak ingin diakses oleh mereka. "Petisi menolak intrusive/interstitial ads oleh Telkomsel dan XL ini sudah ditandatangani 18.000 orang lebih," tandasnya.

Penayangan iklan ini dilakukan tanpa izin dan kerjasama dengan pemilik situs. Padahal, pengguna mempersepsikan pemilik situs atau media online sebagai pihak yang menayangkan dan bertanggung jawab atas semua iklan yang tayang di situs tersebut. Akibatnya, banyak keluhan dari pengguna ditujukan kepada pemilik situs karena pandangan tersebut.  Isi iklan juga dapat menimbulkan iklim persaingan yang tidak baik di mana iklan dari sebuah perusahaan dapat ditayangkan di situs milik kompetitor langsungnya.

Praktik iklan ini mengganggu kenyamanan dalam mengakses informasi. Selama ini belum ada komunikasi dan prosedur yang transparan dalam memberikan opsi bagi pengguna untuk menolak atau menerima penayangan iklan tersebut. Selain itu, beberapa kali didapati isi iklan yang kurang pantas dan tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat.

Praktik ini telah dan akan mengganggu kemajuan industri periklanan dan digital pada umumnya. Para pemain bisnis baru yang mempunyai ide-ide kreatif akan disulitkan karena potensi sumber pendapatan mereka melalui iklan dibajak oleh pihak yang tidak berhak. Dalam jangka panjang, hal ini akan menjadi menurunkan motivasi para pemain baru untuk masuk ke industri.

UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE - Pasal 32 Ayat 1 yang berbunyi: “Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak atau melawan hukum dengan cara apa pun mengubah,menambah, mengurangi, melakukan transmisi, merusak, menghilangkan, memindahkan, menyembunyikan suatu Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik milik Orang lain atau milik publik.”

UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen – Pasal 20 yang berbunyi “Pelaku usaha periklanan bertanggung jawab atas iklan yang diproduksi dan segala akibat yang ditimbulkan oleh iklan tersebut.”

Bagian 4.5.1. Iklan pada media internet: "Tidak boleh ditampilkan sedemikian rupa sehingga mengganggu kebisaan atau keleluasaan khalayak untuk merambah (to browse) dan berinteraksi dengan situs terkait, kecuali telah diberi peringatan sebelumnya."

Dari berbagai sumber :
http : // www change . org

1) Jangan menggunakan halaman  percikan yang halaman pertama yang Anda lihat ketika Anda tiba di sebuah website. Mereka biasanya memiliki gambar yang sangat indah dengan kata-kata seperti "selamat datang" atau "klik di sini untuk masuk". Bahkan, mereka hanya itu - vas cantik tanpa tujuan yang nyata. Jangan biarkan pengunjung Anda memiliki alasan untuk klik pada tombol "kembali"! Beri mereka nilai situs iklan Anda di depan tanpa halaman pembuka.

2) Jangan menggunakan spanduk berlebihan advertisementsEven sedikit orang cerdas bersih telah melatih diri untuk mengabaikan banner iklan sehingga Anda akan membuang-buang berharga situs real estate. Sebaliknya, menyediakan lebih banyak konten berharga dan menenun link afiliasi yang relevan dalam konten Anda, dan biarkan pengunjung Anda merasa bahwa mereka ingin membeli bukan didorong untuk membeli.

3) Memiliki navigationYou sederhana dan jelas telah menyediakan menu navigasi yang sederhana dan sangat mudah sehingga bahkan anak muda akan tahu bagaimana cara menggunakannya. Tinggal jauh dari rumit menu berbasis Flash atau multi-tier menu dropdown. Jika pengunjung Anda tidak tahu bagaimana untuk menavigasi, mereka akan meninggalkan situs Anda.

4) Memiliki indikasi yang jelas dari mana pengunjung pengguna isWhen sangat asyik browsing situs Anda, Anda akan ingin memastikan mereka tahu bagian mana dari situs mereka di saat itu. Dengan begitu, mereka akan dapat menelusuri informasi yang relevan atau menavigasi ke setiap bagian dari situs dengan mudah. Jangan membingungkan pengunjung Anda karena kebingungan berarti "meninggalkan kapal"!

5) Hindari menggunakan audio di siteIf pengunjung Anda Anda akan tinggal lama di situs Anda, membaca konten Anda, Anda akan ingin memastikan mereka tidak terganggu oleh beberapa audio perulangan dan terus di website Anda. Jika Anda bersikeras menambahkan audio, pastikan mereka memiliki kontrol atas itu - volume atau mute kontrol akan bekerja dengan baik.